Headlines News
Featured
Articles

Berita
Europa

Pro
Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk beri penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!

Himbauwan Dari Koordinator GAM Pada 11 Tahun Perdamaian Aceh

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Wednesday, 17 August 2016 | 07:42

WAA : Stocholm – Koordinator GAM, Bakhtiar Abdullah mengeluarkan 6 (enam) himbauan yang ditujukan kepada masyarakat Aceh pada saat mengingati 11 tahun perdamaian Aceh.

Bertepatan dengan tibanya tanggal 15 Agustus 2016, genap 11 tahun kesepakatan damai antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), maka dengan ini kami sampaikan beberapa hal dan himbauan kepada masyarakat Aceh untuk ‘haba peuingat’ dengan niat dan tujuan supaya perdamaian di Aceh tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan ketenangan dan ketentraman. Dengan ini kami sampaikan sebagai berikut:

1. Damai Aceh melalui MoU Helsinki adalah rahmat dari Allah yang selalu harus kita syukuri. Dengan adanya perdamaian, sebagian hak masyarakat telah didapatkan kembali. Maka dengan itu kami berharap supaya masyarakat Aceh melibatkan diri secara terus menerus dalam menjaga perdamaian dan mengisi perdamaian tersebut.

2. Dalam damai ini, hendaknya dijaga persatuan dan kesatuan di dalam masyarakat. Jangan terpecah-belah karena berbeda pandangan politik atau lain pilihan di dalam pilkada. Tidak boleh ada intimidasi dan kekerasan di dalam masyarakat. Hendaknya semua saling menghormati untuk kebaikan sesama.

3. Dalam segala hal, ulama harus kita jadikan pedoman dan tempat untuk kita bertanya. Tengku-tengku dan ulama Aceh telah berjasa menjaga dan mendidik masyarakat baik di dalam damai ataupun di dalam perang.

4. Masih banyak butir MoU dan kesepakatan Helsinki yang belum dilaksanakan. Sebagian ada yang menjadi tanggung jawab pemerintah sebagian lain menjadi tanggung jawab pemerintah Aceh. Pemerintah Aceh harus segera melaksanakan butir-butir tersebut, dan harus mendesak pemerintah di Jakarta untuk benar-benar serius mengimplementasikan kesepakatan ini. Akan menjadi punca konflik kembali apabila yang disepakati tidak dilaksanakan dengan baik.

5. Tahun 2016 merupakan tahun persiapan pilkada Aceh yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Masyarakat agar jangan tertipu oleh janji-janji dan jangan terancam dengan ancaman dan intimidasi, sebab pilkada merupakan hajatan yang dilaksanakan untuk memilih pemimpin yang demokratis. Apabila pemilihannya berlangsung dengan jujur dan adil, maka akan lahir pemimpin yang baik. Kalau pemilihannya dilakukan penuh dengan kekerasa dan kebohongan, maka akan melahirkan pemimpin yang buruk dan tidak membawa kebaikan kepada masyarakat.

6. Kami menyeru masyarakat internasional, chususnya Uni Eropa (UE) dan Crisis Management Initiative (CMI) supaya tetap bertanggungjawab memantau dan memastikan pelaksanaan MoU. Sudah 11 tahun disepakati. Masih banyak poin MoU yang belum ditinda lanjuti. Ini adalah persoalan yang harus diselesaikan oleh para pihak, termasuk oleh UE dan CMI.

Demikian himbauan kami, semoga Allah selalu memberikan kekuatan kepada rakyat Aceh untuk melewati berbagai tantangan dan hambatan untuk menuju kesejahteraan yang diharapkan.

Bakhtiar Abdullah
Koordinator GAM

WAA Menyampaikan Beberapa Poin Penting Menyikapi Peringatan 11 Tahun Perdamaian Aceh

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Monday, 15 August 2016 | 13:48

WAA: Dengan tercapainya damai Aceh 15 agustu 2005 di Helsinki - Finlandia,  maka konflik bersenjata berakhir, masyarakat Aceh dapat menjalani kehidupan secara damai dan aman. 
Hari ini tanggal 15 Agustus 2016, bertepatan sebelas tahun (11) perdamaiaan Aceh, namun tetap saja butir-butir Memorendum of Anderstanding (MoU) yang sudah disepakati RI dan GAM masih banyak yang beleum di inplementasikan oleh para pemangku kepentingan Indonesia, plus di Aceh.
Oleh sebab itu, World Acehnese Association (WAA) menyampaikan beberapa poin penting kepada pemerintah Aceh, pemerintah Republik Indenesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
  1.  Kepada masyarakat Aceh harus bahu membahu untuk merawat dan tetap menjaga perdamaian Aceh yang sudah berumur 11 tahun.
  2.  Kepada pemerintah Indonesia untuk meneruskan komitmen mendukung perdamaian dan memberikan hak-hak kepada rakyat Aceh sesuai apa yang sudah disepakati di Helsinki pada 15 Agustus 2005, dan tunaikan seluruh janji tersebut.
  3. Kepada Gerakan Aceh merdeka (GAM), untuk terus memperjuangkan kepentingan dan hak rakyat Aceh. Dan GAM tidak boleh berubah menjadi partai politik lokal atau menjadi organisasi masyarakat, GAM harus exsis sesuai oraganisasinya untuk kommit bekerja memegang perjanjian damai MoU Helsinki dengan pemerintah Indonesia, serta buktikan kepada masyarakat Aceh bahwa GAM adalah pahlawan bangsa dalam membela kepentingan masyarakat Aceh.
  4. Kepada dunia internasional dan negara-negara yang mendukung perdamaian terutama Uni Eropa, agar tidak memalingkan muka dari kondisi Aceh saat ini yang rentan terjadi konflik kembali dan menekan pemerintah Indonesia yang sangat lamban memenuhi janji yang telah disepakati dengan jujur dan adil.
  5. Kepada semua caleg, Pada Pilkada 2017 nanti, silahkan bertarung dengan fair dan sehat secara pribadi dan tidak mewakili GAM secara organisasi.
Demikian poin penting ini kami sampaikan, semoga Aceh tetap selalu damai dan tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan dengan alasan apapun.

Wassalam
Koordinator WAA
Nekhasan
World Achehnese Association
Sankt Peders Gade 12, 2 . 279
9400 Nørresundby
atjehwaa@gmail.com
http://www.waa-aceh.org
 Mobile: +4523479363

CVR-nr. 34034869

Pengukuhan Kerjasama WAA Dengan MAZKA Langsa Dalam Misi Dakwah dan Zikir di Denmark

thumbnail
WAA : Alhamdulillah perjalanan safari Dakwah MAZKA (Maejelis Zikir Kota Langsa) ke Benua Eropa berjalan dengan lancar. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama antara WAA (World Acehnese Association) dan MAZKA (Majelis Zikir Kota Langsa).  

Dalam kegiatan agenda safari ke benua Eropa Tgk. Abdul Razaq atau yang sering di panggil Tengku. Akhiy merupakan alumnus dari Dayah MUDI MESRA Samalanga memulai safari dakwah dan zikir pada tanggal 22/06/2016 sampai tanggal 5/08/2016. Beliau telah melakukan agenda safari Dakwah dan Zikir selama 45hari ke beberapa Negara di Eropa seperti Denmark, Norwegia, dan Swedia. Selain kegiatan safari Dakwah, beliau juga melakukan studi banding ke negara lain seperti Jerman dan Belanda.

Kegiatan yang beliau lakukan selama berada di Eropa antara lain ialah Pengajian rutin setiap hari sesudah Shalat Ashar di meunasah Aceh Denmark yang terletak di kota Arsh, belajar zikir dan Shalawat, mengisi zikir dan shalawat  bersama di meunasah Aceh Denmark, mengisi zikir dan shalawat di setiap rumah warga Aceh di eropa, menjadi Imam taraweh selama bulan Ramadhan, bertindak sebagai Khatib Idul fitri dan khatib jumat di Meunasah Aceh Denmark, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Menerut Nek Hasan selaku ketua WAA (World Acehnese Association)  mengatakan “kegiatan seperti ini merupakan kali pertama di programkan oleh WAA, dulu kami hanya memanggil Pendakwah dari Aceh untuk mengisi Dakwah pada acara maulid, itu pun hanya dalam waktu yang singkat, tapi kali ini berkat kerjasama antara WAA (World Acehnese Association)  dan MAZKA (Majelis Zikir Kota langsa) Alhamdulillah kami bisa mendatangkan Gure dari Aceh dalam jangka waktu yang lama”.

Beliau juga menambahkan bahwa visi misi dan kegiatan yang di bawa oleh Tgk.Abdul Razaq ke eropa membawa pengaruh sangat positif dan sangat bermanfaat bagi warga Aceh di Eropa, apalagi  visi dan misi yang  bawa olehTgk Abdul Razaq ialah untuk kepentingan Agama Allah dan Aqidah Ahlussunnah waljamaah, dan itu yang sangat di harapakan oleh warga Aceh dan anak-anak aceh yang berada
di Eropa.
“ kamoe di sino sangat senang dengan kehadiran Tgk Abdul Razaq selaku Gure dari Aceh yang kaleh ge buka pinto hate kamoe dengan zikir dan shalawat-shalawat  dan ka ge tanom ilme agama ke kamoe mandum di sinoe, nyoe merupakan program yang sangat mulia yang neu ba le gure bahkan nyoe kali pertama kamoe rasakan selama kamoe disinoe, adak jeut tip-tip thoen beu lagenyoe” itulah  ugkapan yang keluar dari Tgk Syukri  selaku warga Aceh yang sudah lama berdomisili di negara Denmark selama 12 tahun.

Untuk memperkuat ukhwah dan persaudaraan, organisasi WAA (World Acehnese Association)  dan MAZKA (Majelis Zikir Kota Langsa) menjalin kerjasama dalam misi dakwah, zikir, dan kegiatan agama lain nya. In sya Allah Program ini akan terus di lanjutkan ujar Tgk Nek hasan selaku ketua WAA di Denmark. 

Tgk Abdul Razaq yang merupakan alumnus dari Pasantren Dayah MUDI MESRA Samalanga selaku pembina MAZKA (Majelis Zikir Kota Langsa) sangat  senang dengan terjalinnya kerjasama seperti ini.

“ In Sya Allah saya akan terus melanjutkan misi Dakwah ke negara Eropa, dan kedepannya saya akan berusaha mengundang guru-guru lain dari Aceh untuk kepentingan Dakwah dan Syiar agama bagi warga Aceh dan anak-anak Aceh di negara Scandinavia, karena ini merupakan program saya dari dulu untuk bisa mensyiarkan dakwah dan zikir ke berbagai negara termasuk negara Eropa, dan Alhamdulillah berkat doa-doa orang tua dan guru-guru saya bisa mensyiarkan zikir dan shalawat ke berbagai negara seperti Malaysia, Brunei darussalam, dan Eropa” ujar Tengku Abdul Razaq di sela-sela keberangkatan beliau kembali ke Nanggroe Aceh pada tanggal 05/08/2016. (Rill, statusaceh)

Tarian Aceh Rateb Meuseukat Pada Hari Keanekaragam di Panggong Aalborg

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Sunday, 14 August 2016 | 12:54

WAA: Aalborg, penampilan seni di taman kota, Tivoli Karolinelund (30/07/16). Taman dengan wahana bermain yang lengkap, serta panggung-panggung pertunjukan. Anak-anak yang tergabung dalam sanggar Putroe Aceh di bawah World Acehnese Association (WAA) diundang untuk menampilkan tari pada acara hari keanekaragama di Karolinelund Aalborg.
Acara tersebut di sponsori oleh enam organisai, yaitu Røde Kors, Ungdommens Røde Kors, Rad Barnet Ungdom, Asylforum, Dfunk, HD dan juga bekerjama dengan sembilan organisasi lain nya yang tegabung dalam Netværk Dobbeltminoriteter  i Aalborg, termasuk Oragnisasi WAA.
Dua tarian yang ditampilkan, pertama tari ranub lampuan oleh anak-anak kecil dan tari rateb meuseukat oleh anak remaja. Luar biasa sambutan penonton. Anak-anak Denmark yang menonton, hanyut terbawa dalam irama dan gerak tarian, juga turut menghentakkan kaki dan menggoyang tangan sesuai dengan tarian di atas panggung. Pemandangan yang luar biasa.
Anak-anak bukan hanya pintar menari, tetapi juga mahir menerangkan informasi tentang Aceh, memberi keterangan kepada setiap pengunjung tentang makna tarian dan lainnya. Anak-anak menari dengan baik, senyuman menghiasi wajah mereka yang penuh semangat.

Cuman ada sedikit kekurangan, sebagian anak-anak seperti kurang leluasa bergerak dalam menari, rupanya masalah baju. Baju dijahit beberapa tahun yang lalu, tidak lagi pas di badan mereka. Kata Nek Hasan, ketua WAA, pemerintah Aceh atau dewan, daripada menghamburkan uang daerah untuk plesiran ke luar negeri dengan alasan kunker, lebih baik membeli baju adat Aceh untuk anak-anak di sini dan mereka bisa memakainya untuk acara sambil memperkenalkan Aceh kepada khalayak internasional.
Demikian syedara, kegiatan WAA di Denmark dalam memperkenlakan budaya tarian Aceh, walaupun tanpa kepedulian dan perhatian dari pemerintah Aceh sendiri, padahal  kita punya gubernur Aceh sekarang orang yang sudah pernah tinggal lama di Swedia dan berstatus doktor manusia. Namun tahun berganti tahun, kealpaan mereka terhadap kemajuan budaya bangsa terlupa begitu saja. (mz/nek).                                 


Perpisahan dengan Tgk.Abdul Razaq, dihiasi dengan shalat jumat, samdiayah, tausiah dan zikir bersama

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Tuesday, 9 August 2016 | 04:12

WAA : Hari Jumat (29/7/2016), aktivis WAA dan masyarakat shalat Jumat di meunasah Aceh di Aars, sesudahnya acara zikir mendoakan kebaikan untuk seluruh rakyat Aceh. Shalawat badar, Juga samadiah kepada alm. Abuya Djamaluddin Waly dan teungku Mukhtar Lutfi bin teungku Abdul Wahab.

Pada malam harinya, dilanjutkan acara perpisahan dengan tengku Abdul Razak. Pada kesempatan itu, Nek hasan sebagai koordinator WAA membuka acara perpisahan tersebut dan menyampaikan tentang, mengapa kita mengundang Tgk dari Aceh ? Ini merupakan peluwang yang sangat baik untuk memepertahankan kebiasaan kita yang sungguh mengagumkan dalam menjaga adat, hubungan silaturhami dengan sesama, dan juga menjaga batin dengan Aceh keuneubah Endatu.

Aktivis WAA dan Masyarakat Aceh di Denmark mempunyai kebiasaan setiap tahun mereka mengundang tengku dari Aceh untuk datang, kemudian memimpin pengajian, majelis zikir atau kegiatan keagamaan lainnya. Beberapa tengku pernah diundang ke Denmark, seperti teungku Yusri Puteh, teungku Mulyadi M. Jamil dan yang sekarang ini teungku Abdul Razaq atau Tgk Akhy, dari Langsa.

Hubungan silaturrahmi ini perlu diteruskan dan dikembangkan, apalagi dalam meningkatkan kegiatan-kegiatan dakwah, pengajian, zikir dan selawat di benua Eropa. Dengan acara ini dapat memberi motivasi bagi anak- anak aceh untuk lebih cinta belajar agama Islam dan mau menulusuri kejayaan Islam di Aceh. "Ujar Nekhasan".

Kemudian dilajutkan protokol oleh, Tgk.Suhadi Yahya untuk membawa acara sesuai susunan yang sudah disusun panitia, yaitu pembacaan ayat suci Alquran oleh adik kita, Khairul Nizam Sulaiman. Ditambah lagi dengan Selawat dan qasidah yang dilantunkan serentak dihadapan hadirin oleh group qasidah yang dipimpin oleh Timaira, Bilqis dan kawan-kawan.

Acara terakhir, zikir, selawat dan tausiah beserta doa yang khususkan kepada Tgk. Abdul Razaq Ridhwan. Dalam tausiyah atau nasehat yang disampaikan oleh beliau kepada hadirin jamaah sekalian bahwa, apa yang sudah dipraktekan dalam pengajian bersama selama ini harus dilanjutkan. Senantiasa mengingat akan perintah Allah dan memperbanyak zikir kepada Allah sehingga kita semua selalu dekat dengan Allah, kalau kita dekat dengan Allah berarti kita semua termasuk orang-orang yang disayang oleh Allah Swt. 

Buktikan kalau kita cinta dan sayang sama Nabi, Bagaimana untuk mengwujutkan cinta kita kepada Nabi Muhammad Saw, maka berbanyak-banyaklah selawat kepada baginda Nabi Muhammda Saw. Itulah petikan pendek yang diingatkan oleh Tgk. Akhy pada jamaah di acara perpisahan.

Selama satu bulan setengah (45 hari disini ), dan sebelum kembali ke Aceh, bersama aktivis WAA, rakan-rakan dan masyarakat Aceh umumnya sempat berkeliling berdakwah dan memimpin zikir sampai ke Stavanger, Norwegia dan ke Swedia untuk saling belajar pengalaman. Alhamdulillah, selama di benua Eropa sangat banyak pengalaman yang didapatkan, insyaAllah pengalaman ini akan saya bawa ke Aceh untuk dikembangkan, terutama di dayah tempat saya berbagi ilmu dengan anak-anak Aceh. Acara tersebut diakhiri dengan doa oleh Tgk.Abdul Razaq (Teamwaa).


Warga Aceh di Denmark Laksanakan shalat Ghaib dan Samadiah Untuk Abon Selimuem dan Abuya Jamaluddin

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Friday, 22 July 2016 | 13:58

WAA : Denmark – Kehilangan ulama kharismatik Aceh membuat semua warga Aceh baik di dalam maupun luar negeri merasa kehilangan. Begitu juga kesedihan yang di rasai oleh warga Aceh di Eropa, meninggal dua orang ulama Aceh sekaligus dalam hari yang sama menjadi musibah yang sangat besar untuk seluruh warga Aceh Khususnya dan Ummat ilslam sedunia pada umumnya, langit dan bumi pun akan ikut menangis ketika meninggalnya seorang ulama sebagai lampu penerang di dunia ini.
Tgk H. Mukhtar lutfi yang di kenal dengan sebutan Abon Selimuem meninggal dunia pada hari kamis pagi (21/7/2016) di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh.
Berita meninggalnya Abon selimuem membuat redup di kawasan Barat dan seluruh Aceh. Belum pulih luka yang di rasakan oleh warga Aceh dengan meninggalnya Abon Selimuem, Allah memanggil lagi seorang Ulama penerang bagi ummad Islam di Aceh yaitu Abuya Jamaluddin Waly pada malam Jum’at pukul 23.15 wib.
Meninggal nya dua orang ulama Aceh dalam jarak waktu yang sangat dekat membuat seluruh ummat islam di Aceh benar-benar merasa bagaikan seorang anak kehilangan orang tuanya.
Berita duka tersebut langsung di posting ke dunia maya sehingga warga Aceh di seluruh dunia khususnya di Denmark merasakan kehilangan lampu penerang bagi seluruh ummad. Warga Aceh di Denmark melakukan shalat Ghaib dan samadiah untuk Abon dan Abuya Jamaluddin Waly di meunasah Aceh yang terletak di Kota Aarsh.
Shalat Gahib dan samadiah di lakukan setelah shalat jumat yang di pimpin oleh Tgk Abdul Razaq Ridhwan selaku ketua MAZKA (Majelis Zikir Kota Langsa) yang sudah 2bulan berada di Eropa dalam agenda safari dakwah dan zikir bersama warga Aceh di Eropa.
Dalam kesempatan tersebut Tgk Abdul Razaq yang sering di sapa Tgk Akhiy mengingatkan kepada warga Aceh di eropa untuk selalu meminta ampun kepada Allah dan memberikan nasehat dalam tausiahnya bahwa kehilangan ulama merupakan musibah besar bagi kita, salah satu dari tanda-tanda kiamat ialah Allah mengangkat Ilmu dari dunia ini dengan cara memanggil para alim Ulama ke hadiratNya.
Tgk Akhiy juga menambahkan bahwa ulama ini merupakan penerang dunia, tampa ada ulama maka dunia akan terasa gelap, gelap dari petenjuk kebenaran, tampa ulama maka ummat akan sesat.
Semoga Allah menempatkan mereka ke dalam syurga bersama para Nabi-Nabi dan Aulia , dan semoga kita para pecinta ulama bisa bersama mereka di syurga nanti, Amin ya Rabbal A’lamin. (Akhiy)

Ketua MAZKA Kota Langsa Pimpin Zikir dan Salawat di Open House Warga Aceh di Norwegia

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Thursday, 21 July 2016 | 16:16

WAA : STAVANGER - Ketua Majelis Zikir Kota Langsa (MAZKA) Teungku Abdul Razaq Ridhwan berkesempatan mengisi ceramah di open house masyarakat Aceh di Norwegia. Setelah mengisi kegiatan safari dakwah, zikir dan salawat di Denmark, Teungku Abdul Razaq dan rombongan aktivis WAA dari Denmark bergerak menuju Norwegia pada Senin, 11 Juli 2016.
Pertemuan tersebut selain untuk silaturrahmi juga untuk memenuhi undangan zikir, salawat dan dakwah di Kota Stavanger, beserta pengajian yang sudah di jadwalkan oleh panitia disana. Perjalanan ke sana melalui pelabuhan Hirtshals, Denmark yang menghabiskan waktu hingga tujuh jam.
Dalam agenda selama delapan hari di Norwegia, MAZKA mengisi sejumlah kegiatan seperti silaturrahmi, pengajian, zikir dan salawat dari rumah ke rumah bersama warga Aceh di salah satu negara di Skandinavia itu.
Pada Minggu, 17 Juli 2016, warga Aceh mengadakan halal bi halal di Gedung Bydelhus. Acara itu dibuka oleh Tgk. Edy Yikisna Shabuddin, kemudian Tgk. Tarmizi Ibnu memprotokoler acara tersebut sesuai susunan.
1. Pengajian Alquran oleh Adek Shahril Usmaan. 
2. Kata sambutan yanga disampaikan oleh Tgk. Zulkarnen Abdul Wahab 
3. Qasidah yang dipimpin oleh, Amirah Tgk. H. Abdul Qadir bersama kawan-kawan
4. Narid dari Koordinator World Acehnese Association (WAA), Tgk. Nek Hasan.
Pada kesempatan itu Nek Hasan mengajak warga Aceh di Norwegian agar sama-sama memperkuat dan mempertahankan ukhuwah tali persaudaraan seluruh warga Aceh di Skandinavia, Eropa.
5. Sebagai puncak acara, Tgk. Abdul Razak menyampaikan dakwahnya yang diakhiri dengan doa. 
Tgk. Abdul Razak atau yang biasa dipanggil Akhy mengajak warga yang hadir untuk terus mengingat Allah dan memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW. "Agar kelak di akhirat kita bisa bersama-sama dengan Nabi Muhammad SAW," katanya.
Beliau juga memaparkan tentang pentingnya ilmu agama dan memberikan motivasi kepada para orang tua di Norwegia untuk mendalami ilmu agaka ke pondok-pondok pesantren yang ada di Aceh. Seperti MUDI Mesra Samalanga, Dayah Darussa'adah Blang Blahdeh, Dayah Darul Huda Lhoknibong dan lainnya.
"Karena di saat era globalisasi seperti ini banyak lahir pemikiran-pemikiran liberalisme maka dayahlah jalan terakhir untuk membentengi aqidah Ahlussunnah waljamaah."
Ketua Masyarakat Aceh di Norwegia, Tgk.Tarmizi Ibnu, melalui siaran pers yang diterima melalui email redaksi mengatakan, masyarakat Aceh sangat gembira dengan kedatangan gure dari Aceh tersebut. Mereka berharap akan semakin banyak gure-gure di Aceh yang datang ke Eropa untuk memberikan tausiyah atau ceramah agama.[Hs/wrh)

WAA Menghadirkan Ketua MAZKA Kota Langsa, untuk menjadi Imam Dan Khatib Hari Raya Pertama Di Meunasah Aceh, Kota Aars, Denmark

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Wednesday, 6 July 2016 | 13:19

WAA: DenmarkMerayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini yang jatuh pada Rabu 6 Juli 2016, WAA (World Acehnese Asociations) menghadirkan Ketua MAZKA (Majelis Zikir Kota Langsa), Tgk Abdul Razaq Ridhwan, untuk menjadi imam dan khatib hari raya pertama di Meunasah Aceh, Kota Aars, Denmark.
Sebelumnya, Tgk Abdul Razaq Ridhwan yang sudah 15 hari lebih berada di Negara Denmark dalam rangka kegiatan safari Ramadhan memenuhi undangan dari WAA (world Acehnese Asociations). Di sana ia telah mengisi berbagai kegiatan seperti zikir, pengajian, dan imam taraweh berbagai kota di negara Denmark seperti di Kota Aalborg, kota Hjorring, kota Silkeborg dan Kota Aars yang di domisili warga Aceh di setiap kota tersebut.
Kegiatan ini merupakan kali pertama di lakukan oleh organisasi WAA yang ada di negara Eropa.
Shalat Idul fitri yang dilaksanakan setiap tahun oleh ummat muslim yang ada di seluruh dunia juga dilaksanakan oleh warga Aceh yang sudah lama menetap di Negara Eropa khususnya negara Denmark. Setiap tahunnya warga Aceh di negara Denmark melakukan shalat Idul fitri di sebuah gedung yang di sewa oleh ummat muslim yang ada di Denmark, sehingga berbagai bangsa yang beragama Islam turut hadir di tempat tersebut.
“Alhamdulillah pada tahun ini masyarakat Aceh di negara Denmark sudah bisa melaksanakan shalat idul fitri di meunasah Aceh yang baru diresmikan sekitar enam bulan yang lalu. Ini merupakan shalat hari raya perdana di lakukan oleh warga Aceh di tempat sendiri atau di “meunasah droe” Meunasah Aceh Denmark,” kata Teungku Syukri, Sekretaris WAA yang sudah sekian lama bermukim di sana.

America

Random
Post

News In
Pictures

Conference

Asia

Afrika

Religion

Berita
Aceh

Dari
Opini

Masalah
Pendidikan

Tentang
Budaya

Fin Us on
Facebook

Video
WAA

 
-->